Oleh: Meylisa Anggraeni Kelas 7C
Lingkungan yang bersih dan nyaman adalah harapan setiap orang. Demi kebersihan dan kenyamanan lingkungan yang ditinggali ada berbagai kegiatan yang dilakukan, antara lain membersihkan rumah dan berbagai perabotnya menggunakan cairan pembersih. Rumah yang bersih dan wangi menjadi keinginan setiap penghuninya. Oleh karena itu orang-orang membersihkan lantai dan kamar mandi menggunakan cairan pembersih lantai untuk menghilangkan kotoran atau noda dan aroma tak sedap.
Namun sayangnya cairan pembersih lantai yang lazim digunakan masyarakat mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, seperti yang disampaikan koordinator Sustainable Consumption and Production (SCP) Surabaya pada harian Republika (2014. 7 September). Cairan pembersih lantai yang beredar dipasaran umumnya terbuat dari bahan kimia yang terdiri dari bahan aktif berupa disinfektan dan pelarut serta pengental. Bahan disinfektan dalam cairan pembersih lantai dapat menimbulkan iritasi kulit dan mata. Sisa cairan pembersih lantai yang masuk ke perairan menjadi polutan yang beracun bagi ikan dan organisme yang hidup di air, juga dapat mencemari tanah air. Beberapa bahan aktif dalam cairan pembersih lantai diklaim dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, mempengaruhi peredaran darah, hati, ginjal, dan sistem saraf.
Dengan mempertimbangkan berbagai dampak yang ditimbulkan oleh cairan pembersih lantai yang terbuat dari bahan kimia, maka dibutuhkan cairan pembersih lantai yang lebih ramah terhadap kesehatan dan lingkungan. Yaitu cairan pembersih yang dibuat dari bahan-bahan alami sehingga tidak menimbulkan masalah pada kesehatan manusia dan kerusakan pada lingkungan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara membuat cairan pembersih lantai ramah lingkungan dengan memanfaatkan Saccharomyces cereviceae pada ragi dan mengetahui kelebihan dan kekurangan cairan pembersih lantai ramah lingkungan dengan memanfaatkan Saccharomyces cereviceae pada ragi. Langkah proses Cairan pembersih lantai ramah lingkungan dengan memanfaatkan Saccharomyces cereviceae pada ragi dibuat dengan mencampurkan 1 L air hangat, 100 g kulit jeruk atau 50 g potong serai, 2 sdt ragi tape atau ragi roti, 100 g gula pasir, dan 20 ml cuka apel. Kemudian larutan didiamkan agar terjadi fermentasi. 50 ml cairan hasil fermentasi ditambah 1 sendok teh garam dan larutan siap digunakan.

Secara garis besar formula cairan pembersih lantai dengan memanfaatkan Saccharomyces cereviceae adaah 100 gram gula pasir, 2 sendok teh ragi (boleh ragi tape maupun ragi roti), 1 liter air hangat, dan 100 gram bahan aromatik.
Kelebihan Cairan pembersih lantai ramah lingkungan yang dibuat dengan memanfaatkan Saccharomyces cereviceae adalah bahan-bahannya mudah didapat, proses pembuatannya mudah, biaya pembuatan murah, ramah lingkungan, aman digunakan setiap hari. Sedangkan kekurangannya adalah kurang mampu menghilangkan noda yang sudah mengendap lama seperti kerak pada keramik. Dalam penelitian ini, siswa SMP Negeri 1 Bumijawa mengikuti lomba LPSN (Lomba Penelitian Siswa Nasional) dan mendapatkan juara harapan III tingkat Kabupaten Tegal.

Penelitian ini diharapkan bisa memberikan manfaat untuk kesehatan diri dan lingkungan, keperluan kebersihan lantai dan toilet sekolah, dan cairan pembersih lantai yang ramah lingkungan yang menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh dan mudah dibuat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dianjurkan saran yaitu pilihlah cairan pembersih lantai yang ramah terhadap lingkungan dan gunakanlah cairan pembersih lantai maupun detergen secara bijak.
