Oleh : Atma Miledia Nur Ismed, Siswi kelas 9B
Berdasarkan data UNESCO tingkat literasi di Indonesia menempati posisi 60 dari total 61 negara yang diteliti. Ini menggambarkan bahwa tingkat literasi di Indonesia sangat rendah. Jauh tertinggal dari masyarakat atau pelajar Eropa yang dalam setiap tahunnya membaca 25 sampai 27 judul buku. Berdasarkan hasil penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017, rata-rata orang Indonesia hanya membaca 3-4 kali setiap minggunya, dengan durasi waktu membaca perhari rata-rata 30-59 menit. Sedangkan buku yang dibaca sampai selesai setiap tahunnya rata-rata hanya 5-9 buku. Sebelumnya, penulis juga memperoleh data peringkat minat baca di Indonesia sebagai berikut:

Berbagai alasan melatar belakangi rendahnya minat baca tersebut. Sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca itu sendiri. Terutama bagi pelajar. Masing-masing sekolah telah memiliki perpustakaan sekolah. Namun sayang, fasilitas buku yang banyak masih kurang tersentuh oleh pelajar. Beberapa cara yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat baca sebagai bentuk gerakan literasi, misalnya dengan cara; (1) Pihak perpustakaan bekerjasama dengan sekolah memberi reward bagi pengunjung yang meminjam buku paling banyak dalam sebulan. Reward tidak harus mahal tapi cukup memberikan kebanggaan bagi pelajar ketika pemberian itu diberikan pada saat upacara. (2) Menciptakan lingkungan fisik yang ramah literasi. Ada sudut baca di dalam kelas atau perpustakaan yang nyaman bagi pelajar untuk membaca berbagai macam buku bacaan. Mading kelas dapat juga dipakai untuk ajang kreativitas menulis dan membaca. Ada tulisan atau bentuk slogan, banner, pamflet, dan lain-lain yang dapat memberi motivasi baca, misal; “Membaca, Membuka Cakrawala Dunia” (3) Melalui kegiatan pembiasaan di kelas. Membaca beberapa menit sebelum pelajaran atau pada saat kegiatan inti tahap obeserving (mengamati) para pelajar atau siswa bisa saja melakukan kegiatan membaca. (4) Mengadakan lomba antar kelas terkait lomba menulis sastra, dan masih banyak cara lainnya. Jika cara tersebut masih belum bisa dilakukan, perlu adanya kesungguhan dari berbagai pihak untuk mendukung upaya gerakan Literasi tersebut Tak salah jika perlu mencobanya berulang-ulang karena Practice makes something perfect (praktek membuat sesuatu menjadi sempurna). Semangat dan salam Literasi!
